Candi Jabung adalah salah satu candi hindu peninggalan kerajaan Majapahit. Candi hindu ini terletak di Desa Jabung, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Struktur bangunan candi yang hanya dari bata merah ini mampu bertahan
ratusan tahun. Menurut keagamaan, Agama Budha dalam kitab Nagarakertagama Candi Jabung di sebutkan dengan nama Bajrajinaparamitapura. Dalam kitab Nagarakertagama candi Jabung dikunjungi oleh Raja Hayam Wuruk pada lawatannya keliling Jawa Timur pada tahun 1359 Masehi. Pada kitab Pararaton disebut Sajabung yaitu tempat pemakaman Bhre Gundal salah seorang keluarga raja.
Candi terdiri dari empat bagian, dari bagian terbawah; bagian batur, kaki, tubuh, dan atap candi.
Batur
Batur candi berukuran panjang 13,11 meter, lebar 9,58 meter di atas batur terdapat selasar keliling yang sempit dan terdapat beberapa panil relief yang menggambarkan kehidupan sehari-hari.
- Seorang pertapa memakai sorban berhadapan dengan muridnya.
- Dua orang lelaki yang sedang berada di dekat sumur, salah seorang memegangi tali timba.
- Diantara panil-panil terdapat panil berbentuk bulat menonjol semacam medalion dan relifnya di dalam medalion sudah aus.
- Singa yang saling berhadapan.
Kaki candi
Pada dasarnya bentuknya segi empat, bagian barat atau depan terdapat
bagian yang menjorok keluar atau bagian konstruksi yang mendukung tangga
naik. Candi Jabung terdapat sebuah bilik segi empat dengan ukuran 1,30 x
1,30 meter tanpa terdapat pintu masuk untuk memasukinya. Bagian kaki
candi dibagi atas dua bagian.
- Kaki candi tingkat pertama Dimulai dari lis di atas batur yang berbentuk agief (3,51 genta) dengan hiasan daun padina, kemudian lis datar dengan ketinggian kurang lebih 60 cm, di atas lis-lis terdapat bidang panil yang terdiri dari 30 lapis bata merah atau setinggi 12 meter pada bidang panil dipahatkan motif medalion. Bidang tegak dari ornamen daun-daunan yang kesemuanya sudah tidak begitu jelas karena aus. Pada bagian tegak umumnya di pahatkan lukisan manusia, binatang dan pohon-pohonan.
- Kaki candi tingkat kedua Bentuknya hampir sama dengan bagian kaki candi tingkat pertama, dimulai hiasan daun padma dan lis datar. Dibeberapa bagian terdapat bidang vertical selebar 50 cm berisi ukiran kala dan ornamen daun-daunan.
Tubuh candi
Bagian tubuh candi terdapat relief manusia, rumah dan pohon-pohonan,
pada sudut tenggara terdapat relief yang menggambarkan wanita naik di
punggung seekor ikan, relief ini dalam agama Hindu mengisahkan cerita
pelepasan jiwa Sri Tanjung. Kisah ini melambangkan kesetian seorang perempuan pada suaminya Relief Sri Tanjung juga terdapat di Candi Penataran di Blitar, Candi Surawana di Kediri dan Gapura Bajangratu di Trowulan,
Mojokerto. Pada bagian tengah tubuh candi melalui pintu tersebut
terdapat bilik candi yang berukuran 2,60 x 2,58 meter dan tinggi 5,52
meter dan pada bagian atasnya terdapat batu penutup cungkup yang
berukir. Setelah bagian dasar tubuh candi yang berbentuk persegi,
diteruskan dengan tubuh candi berbentuk tabung (silinder) dihias relief
dan ukiran yang indah dan halus pahatannya. Di atas gawang pintu dan
relung di semua penjuru terpahat bentuk kala,
di bagian bawah ambang pintu bentuknya segi empat menonjol keluar yang
tengahnya dipahatkan kepala naga. Pada atas bingkai pintu ada balok batu
kali terdapat pahatan roset ditengahnya bertuliskan angka tahun saka
1276 saka atau 1354 masehi merupakan bukti masa pembangunan candi
Jabung.
Atap candi
Sebagian besar bagian atap candi sudah hilang. Dari sisa-sisanya
kemungkinan besar puncaknya berbentuk stupa dan atapnya berhias motif
sulur-suluran.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar