Rabu, 19 September 2012

AYAH.... BUNDA....


Ayah... Bunda...
Betapa indahnya senyumanmu ketika engkau bahagia.
Ayah... Bunda...
Ku ingin melihat senyuman itu ketika kalian berada di Tanah Suci-Nya.
Doa yang selalu kupinta.
Perbuatan yang selalu aku lakukan, hanyalah untuk kalian.
Ku ingin menjadi seperti kalian 16 tahun yang lalu.
Merawatmu dengan sabar dihari tuamu nanti sama sepertimu dulu yang sabar merawatku kapanpun ketika ku membutuhkanmu.
Bekerja keras untuk segala keinginanmu.
Menahan amarah ketika kalian bertingkah laku sepertiku dulu.
Aku tau dihari tuamu nanti segala semangat yang kau miliki akan berkurang satu persatu karena terhalang oleh fisikmu.
Ayah... Bunda...
Sertakanlah nama anakmu ini dalam setiap doamu agar dapat memenuhi keinginan terbesarmu.
Ketika aku menangis, kau mencoba menghapus air mata itu bunda..
Ketika aku menangis, kau mencoba memberikan pemahaman terhadap realita kehidupan ini ayah..
Aku ingin seperti kalian dimasa depan pula, selalu ada dan mendampingimu setiap saat.
Menghapus segala keluh kesahmu terhadap keadaan tuamu nanti.
Tersenyumlah Ayah.. Bunda..
Aku merindukan senyuman itu saat ini.
Senyummu adalah semangatku.
Dan senyummu pula yang selalu memberikan ketegaran kepadaku untuk menghadapi realita kehidupan di dunia ini. :*


*Pray me to be the best child for your old’s life.
Love you MOM :*
Love you DAD :*
Always.....
From your beloved daughter. Fasti Surya. :*

 

CANDI JABUNG (History Of Probolinggo City)

             Candi Jabung adalah salah satu candi hindu peninggalan kerajaan Majapahit. Candi hindu ini terletak di Desa Jabung, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Struktur bangunan candi yang hanya dari bata merah ini mampu bertahan ratusan tahun. Menurut keagamaan, Agama Budha dalam kitab Nagarakertagama Candi Jabung di sebutkan dengan nama Bajrajinaparamitapura. Dalam kitab Nagarakertagama candi Jabung dikunjungi oleh Raja Hayam Wuruk pada lawatannya keliling Jawa Timur pada tahun 1359 Masehi. Pada kitab Pararaton disebut Sajabung yaitu tempat pemakaman Bhre Gundal salah seorang keluarga raja.

Candi terdiri dari empat bagian, dari bagian terbawah; bagian batur, kaki, tubuh, dan atap candi.

Batur 

Batur candi berukuran panjang 13,11 meter, lebar 9,58 meter di atas batur terdapat selasar keliling yang sempit dan terdapat beberapa panil relief yang menggambarkan kehidupan sehari-hari.

  • Seorang pertapa memakai sorban berhadapan dengan muridnya.
  • Dua orang lelaki yang sedang berada di dekat sumur, salah seorang memegangi tali timba.
  • Diantara panil-panil terdapat panil berbentuk bulat menonjol semacam medalion dan relifnya di dalam medalion sudah aus.
  • Singa yang saling berhadapan.

Kaki candi

Pada dasarnya bentuknya segi empat, bagian barat atau depan terdapat bagian yang menjorok keluar atau bagian konstruksi yang mendukung tangga naik. Candi Jabung terdapat sebuah bilik segi empat dengan ukuran 1,30 x 1,30 meter tanpa terdapat pintu masuk untuk memasukinya. Bagian kaki candi dibagi atas dua bagian.
  1. Kaki candi tingkat pertama Dimulai dari lis di atas batur yang berbentuk agief (3,51 genta) dengan hiasan daun padina, kemudian lis datar dengan ketinggian kurang lebih 60 cm, di atas lis-lis terdapat bidang panil yang terdiri dari 30 lapis bata merah atau setinggi 12 meter pada bidang panil dipahatkan motif medalion. Bidang tegak dari ornamen daun-daunan yang kesemuanya sudah tidak begitu jelas karena aus. Pada bagian tegak umumnya di pahatkan lukisan manusia, binatang dan pohon-pohonan.
  2. Kaki candi tingkat kedua Bentuknya hampir sama dengan bagian kaki candi tingkat pertama, dimulai hiasan daun padma dan lis datar. Dibeberapa bagian terdapat bidang vertical selebar 50 cm berisi ukiran kala dan ornamen daun-daunan.

Tubuh candi

Bagian tubuh candi terdapat relief manusia, rumah dan pohon-pohonan, pada sudut tenggara terdapat relief yang menggambarkan wanita naik di punggung seekor ikan, relief ini dalam agama Hindu mengisahkan cerita pelepasan jiwa Sri Tanjung. Kisah ini melambangkan kesetian seorang perempuan pada suaminya Relief Sri Tanjung juga terdapat di Candi Penataran di Blitar, Candi Surawana di Kediri dan Gapura Bajangratu di Trowulan, Mojokerto. Pada bagian tengah tubuh candi melalui pintu tersebut terdapat bilik candi yang berukuran 2,60 x 2,58 meter dan tinggi 5,52 meter dan pada bagian atasnya terdapat batu penutup cungkup yang berukir. Setelah bagian dasar tubuh candi yang berbentuk persegi, diteruskan dengan tubuh candi berbentuk tabung (silinder) dihias relief dan ukiran yang indah dan halus pahatannya. Di atas gawang pintu dan relung di semua penjuru terpahat bentuk kala, di bagian bawah ambang pintu bentuknya segi empat menonjol keluar yang tengahnya dipahatkan kepala naga. Pada atas bingkai pintu ada balok batu kali terdapat pahatan roset ditengahnya bertuliskan angka tahun saka 1276 saka atau 1354 masehi merupakan bukti masa pembangunan candi Jabung.

Atap candi

Sebagian besar bagian atap candi sudah hilang. Dari sisa-sisanya kemungkinan besar puncaknya berbentuk stupa dan atapnya berhias motif sulur-suluran.



Rabu, 01 Agustus 2012

Hati Seorang Ibu

Tetesan air mata kini telah berlinang dihati seorang IBU.
Air mata kesedihan yang sering aku lihat membuatku ingin mengusapnya dengan tanganku sendiri.
Kasih sayang yang mereka berikan kini sudah tidak mempunyai arti lagi.
Sadarkah kalian bahwa kalian telah mencampakkan hal itu secara tidak sengaja?
Kepedulian seorang IBU saat ini hanya dianggap seperti anjing mengonggong saja.
Pedih, sakit, kecewa. Mungkin itu yang mereka rasakan saat ini.
Namun kata PENYESALAN tak pernah tersirat dihati mereka.
Mereka tetap dengan ikhlas memberikan seluruh jiwa raganya demi seorang anak yang ia keluarkan melalui perjuangan yang sangat luar biasa.
Masih bisakah kalian merasakan kasih sayang yang IBU berikan kepada kita sewaktu kita kecil?
Beliau dengan sabar menenangkan amarah kita melalui tangisan yang tiada hentinya.
Mengasihi kita dengan segala ketulusan hatinya.

Bisakah kalian menghargai itu semua?
Aku yakin, hati seorang IBU akan terus menangis apabila melihat tingkah laku seorang anak yang ada di zaman sekarang ini.
Kalian dengan mudahnya mengatakan “I LOVE YOU” didepan pasangan kalian, namun apakah pernah kalian berkata sperti itu didepan IBU yang telah melahirkanmu dan berkata “MAAF” kepadanya?
Gengsi mungkin adalah alasan yang tepat.
Mengapa kita tak pernah berani mengatakan kalimat itu kepada orang yang jelas-jelas adalah orang yang paling dekat dengan kita?
Tegakah kalian melihat hati seorang IBU yang telah berusaha untuk menghadirkanmu didunia ini menangis?
Hanya satu kalimat yang ingin aku ucapkan kepada kalian “Hargailah segala pendapat atau larangan seorang IBU selagi ia masih bisa  memberikan pendapat dan melarangmu saat ini”

Jangan biarkan tetesan air mata itu jatuh lebih banyak lagi dibumi ini, karena aku tau bahwa tak akan ada kita didunia ini tanpa SEORANG IBU.

*Love You Mom. You’re the best mother for me, forever!! Thanks for your time. Don’t stop to see across me, because i know it’s can make me better especially for my life in the next time. ^.^

Jumat, 27 Juli 2012

Hiburan Bukan Pemainan

Walau hidup adalah hiburan, tapi aku tak mau hanya dibuat permainan.
Setangkai bunga yang indah terselip dirambut seseorang,namun ternyata dari setangkai bunga itu banyak terdapat duri yang sangat tajam hingga melukai kulit kepalanya.
Dari situlah berjalan kisah hidup seorang remaja yang memang tak memiliki apa-apa namun mempunyai keikhalasan untuk menjalani hidup ini.
Ia mencoba mencari arti sebenarnya dari kehidupan ini.
Banyak peristiwa-peristiwa yang ia alami yang ia anggap sebagai hiburan.
Namun ia tidak hanya menjalani peristiwa itu, sekalipun itu peristiwa yang membuatnya jatuh dari kehidupan ini, ia tetap menjalaninya dengan ikhlas dan mengambil mutiara kehidupan dari peristiwa itu.
Remaja yang tak mempunyai modal apapun itu kini terus berjalan menyusuri liku-liku pentas sandiwara ini.
Kapanpun ia menemukan bayangan hitam, ia mencoba menghapusnya dengan prinsip yang telah ia buat selama mencari arti kehidupan.
Godaan memang tak akan pernah lenyap dari kehidupannya kecuali dirinya sendiri yang mampu mengontrol itu semua.
Layaknya diri kita yang berada di tempat yang terang.
Apabila cahanya terang, maka akan ada bayangan hitam yang berada didekat kita.
Sepeti itulah cobaan yang selalu setia bersama jiwanya.
Memang semuanya akan kembali kepada-Nya.
Namun disini kita masih mempunyai tugas agar bisa berada tepat disisi-Nya.
Cobalah untuk merenungkan segala peristiwa yang menyertai kehidupanmu.



Peristiwa memang dapat menjadi sebuah hiburan.
Namun hiburan tidak selamanya dapat kita mainkan.

*there’s nothing can make our life better except ourself.